APAKAH SLEEP PARALYSIS ITU?

Hal yang menarik dari mitos ketindihan ini adalah saat ketindihan seseorang sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran kemudian fenomena ketindihan ini pun sering dikait-kaitkan dengan hal-hal mistis. Secara singkat, sleep paralysis adalah kelumpuhan sementara yang terjadi sesaat sebelum atau sesudah tidur. Kelumpuhan ini hanya berlangsung beberapa saat, dan bisa segera hilang jika seseorang memanggil nama kita dengan perlahan. Di dunia Barat, fenomena ketindihan ini sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan atau halusinasi yang muncul. Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas [dapat dilihat pada gambar di atas]
“Sleep Paralysis” secara umum memiliki gejala-gejala sebagai berikut :
1. Ketidakmampuan menggerakkan tubuh dan otot saat tidur atau terjaga dari tidur.
2. Kadangkala disertai halusinasi dan kejadian seperti mimpi.
3. Kadangkala terjadi beberapa kali atau berulangkali dalam satu periode tidur
Quote:
APAKAH PENYEBAB SLEEP PARALYSIS?![]() Kurang tidur atau tidur yang tidak teratur juga merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami kondisi sleep paralysis. Menurut seorang peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, Al Cheyne, sleep paralysis adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur yang terjadi di tahap rapid eye movement atau REM. Untuk diketahui bersama, berdasarkan gelombang otak, tidur dapat dibagi dalam 4 tahapan yaitu tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Ketika kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke tahap REM. Dan ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, ketika itulah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi. Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, anda bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur, atau sedang dalam masa-masa begadang menyelesaikan tugas kuliah yang banyak. Maka kondisi ini pun pasti dialami jika faktor pemicunya seperti itu. |
Quote:
APAKAH SLEEP PARALYSIS BERBAHAYA?!![]() Penelitian Stanford menunjukkan bahwa : 1. Beberapa orang yang memiilki kebiasaan tidur tidak teratur seringkali mengalami ”Sleep Paralysis”. 2. Sebuah study menunjukkan bahwa 35% orang yang biasa mengalami ”Sleep Paralysis” juga kadangkala mengalami kepanikan saat bangun tidur atau terjaga baik akibat mimpi ataupun kebisingan. 3. 16% orang yang biasa mengalami ”Sleep Paralysis” juga terbukti mudah panik. (walaupun presentasenya tidak cukup kuat untuk dihubungkan) |
Quote:
Bagaimana mencegah Sleep Paralysis?!![]() Adapun pencegahan secara umum dapat dimulai dengan mengatur pola tidur yang sehat, antara lain : 1. Tidur yang cukup, tidak berlebihan dan kekurangan. 2. Hindari tidur di waktu pagi dan sore. 3. Olahraga teratur (hindari waktu olahraga yang berdekatan dengan waktu tidur) 4. Kurangi stress 5. Tidur dengan waktu yang teratur |
Quote:
Mitos Sleep Paralysis Di Berbagai Negara1. Di budaya Afro-Amerika, gangguan tidur ini disebut the devil riding your back atau hantu yang sedang menaiki bahu seseorang.
2. Di budaya China, disebut gui ya shen alias gangguan hantu yang menekan tubuh seseorang.
3. Di budaya Meksiko, disebut se me subio el muerto dan dipercaya sebagai kejadian adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang.
4. Di budaya Kamboja, Laos dan Thailand, disebut pee umm, mengacu pada kejadian di mana seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.
5. Di budaya Islandia, disebut mara. Ini adalah kata kuno bahasa Island. Artinya hantu yang menduduki dada seseorang di malam hari, berusaha membuat orang itu sesak napas dan mati lemas.
6. Di budaya Tuki, disebut karabasan, dipercaya sebagai makhluk yang menyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil napasnya.
7. Di budaya Jepang, disebut kanashibari, yang secara literatur diartikan mengikat sehingga diartikan seseorang diikat oleh makhluk halus.
Apakah ada yang masih percaya dengan mitos dan masih berlandaskan pengaruh mitos yang beredar?



0 komentar:
Posting Komentar